Naskah dan Foto Wahyu Jati Kusuma
![]() |
| Curug Silawe-Air terjun yang deras dengan suasana lingkungan yang masih alami membuat mata betah berlama-lama menikmati pemandangan indah tersebut. |
Nama
Curug Silawe sebenarnya sudah tidak asing bagi saya. Saat perjalanan dari
Purworejo menuju Magelang atau sebaliknya saya kerap membaca tulisan Curug
Silawe di papan penunjuk arah.
Tapi
saya sendiri belum pernah sekalipun menjejakkan kaki di Curug Silawe. Ajakan
kawan lama yang mengajak untuk mencari udara segar di daerah lereng pegunungan
membuat saya menerima tawaran untuk mengunjungi Curug Silawe.
Akhirnya
pada hari Rabu (19/3) siang sekitar pukul 11.00 WIB saya, Farid dan Fuad pun
meluncur ke Curug Silawe.
Setelah
berjalan sekitar setengah jam menyusuri jalan raya Purworejo Magelang, akhirnya
kami sampai di pertigaan Krasak. Dari pertigaan tersebut kami ambil arah ke
kiri menuju ke Kaliangkrik.
![]() |
| Beberapa anak kecil tampak menikmati keindahan Curug Silawe dari dekat. |
Dari
papan penunjuk arah tertulis jarak ke Curug Silawe sejauh 15 Km. Kondisi jalan
yang mulus membuat perjalanan terasa nyaman. Apalagi sepanjang kanan kiri
perjalanan pemandangan hijau khas suasana perbukitan memanjakan mata saya.
Rasanya tak bosan untuk menelusuri jalanan tersebut. Jika cuaca sedang cerah
anda pun bisa melihat Gunung Sumbing dengan jelas.
Di
tengah perjalanan kami pun berhenti di sebuah minimarket di kawasan Pasar
Ringin Sari untuk membeli air minum dan camilan. Tak lupa kami pun bertanya
kepada kasir minimarket arah ke Curug Silawe. Dari penuturan sang kasir kami
disarankan untuk memotong kompas melewati Pasar Ringin Sari agar lebih cepat.
Kami pun mengikuti saran dari sang kasir.
Kami
pun kemudian mengarahkan kendaraan kami sesuai instruksi dari sang kasir. Jalan
yang dipilihkan sang kasir ternyata adalah jalan perkampungan. Kami pun sempat bingung di tengah perjalanan
karena tak ada papan penunjuk arah. Kami kemudian bertanya ke penduduk sekitar
yang kami temui dipinggir jalan.
Setelah
bertanya ke sana kemari dan melalui jalanan yang naik turun dan berkelok-kelok,
kami pun akhirnya sedikit tersesat. Apalagi setelah kami sampai di sebuah
pertigaan yang menerangkan arah ke Wonosobo hanya berjarak 20 km.
"Kayaknya
kita tersesat pren, ayo tanya orang pren," kata Farid yang sejak awal
memegang kemudi. Kami pun akhirnya bertanya kembali ke beberapa orang hingga
akhirnya kami mendapat petunjuk ke arah curug yang kami tuju.
"Masnya
lurus aja terus, nanti masnya bakal ketemu pengkolan
dan turunan. Nah pas di pengkolan itu
di sebelah kanan jalan ada bangunan Konco Tani, dan disebelahnya pas ada jalan
kericak. Masnya ikuti aja jalan itu terus nanti akan sampai ke curug,"
urai seorang penjaga konter pulsa menjelaskan kepada saya.
Kami
pun berputar arah dan mengikuti petunjuk baru itu. Namun nampaknya rute jalan
yang diinformasikan ke kami merupakan jalan yang jarang dilalui oleh wisatawan.
Jalanan berbatu dengan beberapa turunan tajam mau tidak mau harus kita lewati.
"Wah
off road kita pren," kata saya kepada Farid.
Jalanan
yang hanya cukup untuk satu mobil itupun mengharuskan keterampilan dari sang
pengemudi.
Setelah
melewati jalanan yang kurang bersahabat bagi kami, akhirnya kami sampai di
loket Curug Silawe. Secara administratif Curug Silawe berada di Dusun Kopeng
Kulon, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sebelum
memasuki kawasan curug, kami pun membayar tiket masuk sebesar Rp. 4.000 per
orang.
![]() |
| Kondisi anak tangga yang kurang terawat menjadi pemandangan saat anda menuruni anak tangga menuju ke Curug Silawe. |
Dari
pintu masuk, kita tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk menuju ke air terjun.
Kita cukup berjalan sekitar 200an meter menuruni anak tangga dan
sampailah kita di Curug Silawe. Curug dengan ketinggian sekitar 50 m itu pun
langsung memanjakan mata saya. Air yang cukup deras membuat hempasan airnya
bisa mengenai siapa saja yang berdiri tak jauh dari curug. Di bawah curug terdapat kolam yang tak terlalu
dalam. Cocok untuk bermain air dan berendam merasakan dinginnya air khas
pegunungan. Namun karena kami tidak membawa pakaian ganti kami pun urung
bermain air.
![]() |
| Fuad dan Farid berfoto bersama anak-anak sekitar dengan latar Curug Silawe. |
Tak
jauh dari curug pertama atau Curug Silawe, kita bisa menikmati Curug Gong yang
berjarak sekitar 150 m dari Curug Silawe.
![]() |
| Farid dan Fuad berfoto dengan latar Curug Sigong. |
Namun
sayangnya, fasilitas untuk bersantai ataupun sekedar duduk-duduk santai sangat
terbatas. Saya hanya menjumpai satu gasebo di dekat curug gong, itupun tidak
dilengkapi dengan tempat duduk sehingga kita tidak bisa duduk santai menikmati
suara air terjun. Kondisi gasebo yang hanya satu-satunya itupun dihiasi dengan
coretan-coretan dari para pengunjung yang tidak bertanggung jawab.(Wahyu Jati
Kusuma)
Catatan :
- Curug Silawe berjarak sekitar 40 km dari kota Magelang.
- Untuk menuju Curug Silawe sebaiknya Anda membawa kendaraan sendiri, karena tidak ada angkutan umum yang menuju ke sana.
- Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi fit, karena tanjakan dan jalanan berbatu akan menjadi rute wajib yang harus Anda lewati.





Assalamu alaikum wr,wb
ReplyDeleteSebelumnya saya mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1436 H karena pas pula hari raya. Saya secara pribadi merasa bangga bahwa di daerah sidimpuan ada tujuan wisata dan berkebetulan saya belum pernah kesana, dan disuatu saat nanti kami sekeluarga akan berkunjung ke Aek Si Jorni atau ke aek na ias. kepada keluarga kami Danni agar tetap menjaga kelestariannya dan menjaga keamanan agar tetap kondusif pada dasarnya pengunjung banyak datang kalau wilayahnya aman. saima jolo hatana sian au horas maju terus bangun terus agar bertambah jeges.