Saturday, 13 July 2013

Siapa Bilang Kamera Saku Tidak Bisa Untuk Memotret Teater




“Nanti motret pertunjukan teaternya pake kamera kamu saja ya, kameraku kan cuma kamera saku sedangkan kamera milikmu kamera DSLR pasti nanti hasilnya lebih bagus.”

Secara kemampuan dan teknis kamera DSLR memang diatas kamera saku, tetapi bukan berarti kamera saku tidak bisa digunakan untuk memotret pertunjukkan teater yang biasanya dilakukan diruang tertutup dan minim cahaya. Agar bisa digunakan untuk memotret teater ataupun pertunjukan dalam ruang lainnya, hendaknya kamera saku yang akan Anda gunakan adalah kamera saku yang memiliki mode pengaturan manual. Dengan adanya mode manual pada kamera, maka Anda bisa leluasa mengatur ISO, diafragma dan speed kamera. Jika kamera saku Anda tidak memiliki mode manual, maka Anda bisa menggunakan mode program (P Mode). Meskipun mode program tak jauh berbeda dengan mode auto, tetapi setidaknya Anda masih bisa mengontrol ISO dan lampu blitz kamera.

Lampu blitz dalam pertunjukan teater biasanya sangat dilarang penggunaanya selama pertunjukan berlangsung, oleh karena itu dengan memilih mode program maka Anda bisa menonaktifkan lampu blitz kamera Anda. Selain itu juga, dengan mode program Anda bisa mengatur ISO untuk mendapatkan pencahayaan yang pas, karena dalam pertunjukan teater biasanya pencahayaan atau lighting panggung yang digunakan tidak terlalu terang sehingga kamera Anda membutuhkan ISO yang tinggi untuk kondisi low light.

Meskipun mode program lebih baik daripada mode auto, saya tetap menyarankan Anda untuk menggunakan mode manual, karena dengan mode manual Anda bisa lebih leluasa mengontrol kamera Anda dalam kondisi minim cahaya sekalipun karena Anda bisa memilih diafragma, speed dan ISO terbaik untuk kondisi yang Anda hadapi. Tetapi jika Anda tidak mau ribet dengan mode manual, Anda bisa menggunakan mode aperture prority ataupun shutter priority. Dengan mode aperture priority, maka Anda tinggal memilih diafragma berapa yang akan anda gunakan, selanjutnya speed akan menyesuaikan secara otomatis. begitupun dengan mode shutter priority, Anda hanya tinggal menentukan mau menggunakan speed berapa dan selanjutnya diafragma akan menyesuaikan secara otomatis. Jangan lupa gunakan tripod ataupun monopod untuk menopang kamera Anda, karena Anda  biasanya akan mengambil foto dalam speed rendah.

Berikut ini saya bagikan foto-foto Pertunjukkan Monolog Teater Teh yang dilangsungkan di Gedung Lembaga Indonesia Perancis, Yogyakarta pada tahun 2009 silam dengan menggunakan kamera saku Canon PowerShot A570 IS. Mode yang saya gunakan adalah mode manual. 


.
ISO 200, 1/13, F5,5


ISO 200, 1/10S, F5,5


ISO 200, 1/10 S, F5,5 

ISO 200, 1/13, F 5


ISO 200, 1/15, F5
ISO 200, 1/8, F5,5

ISO 200, 1/10, F5,5


Sebagai kamera saku produksi sekitar tahun 2006, kamera saya memiliki kelemahan pada pemakaian ISO tinggi, di atas ISO 400 noise sudah sangat terlihat. Untuk itu dalam pemotretan pertunjukan diatas saya hanya menggunakan ISO 200.

Saya sendiri sudah membuktikan bahwa meskipun kita hanya menggunakan kamera saku kita teteap bisa mendapatkan foto-foto pertunjukan teater yang menarik meskipun dalam kondisi tata panggung yang minim cahaya. Selamat mencoba dan memaksimalkan kamera yang Anda miliki. Tetaplah memotret.(Naskah dan foto : Wahyu Jati Kusuma). 

No comments:

Post a Comment